"Sodetan Ciliwung-Cisadane Pindahkan Banjir Jakarta ke Karawaci"
Pemkot Tangerang juga ikut menolak rencana tersebut.
Sebuah festival di Sungai Cisadane
Eko Priliawito | Selasa, 21 Januari 2014, 13:44 WIB
VIVAnews - Pemerintah Kota Tangerang tegas menolak
rencana Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), untuk membuat
sodetan Kali Ciliwung ke Kali Cisadane Tangerang.
"Rencana Sodetan Ciliwung-Cisadane akan mengancam banjir di Kota Tangerang yang semakin parah," ujar Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, saat inspeksi Pintu Air Sepuluh, Neglasari, Kota Tangerang.
Menurutnya, terdapat empat kecamatan di Kota Tangerang yang dialiri Sungai Cisadane. Jika sodetan Ciliwung ke Cisadane dibuat, wilayah terancam banjir yakni kecamatan Karawaci, Cibodas, Jatiuwung dan Periuk.
Bahkan, tak hanya sejumlah kecamatan di Kota Tangerang yang terkena imbas banjir tetapi juga wilayah di Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan. Saat ini saja, lanjut Arief, kondisi di pintu air sepuluh sudah mencapai ketinggian empat meter karena aliran air dari Batu Belah sangat tinggi.
"Apalagi bila nantinya air dari Ciliwung dialihkan ke Cisadane, semakin menambah debit air dan ancaman banjir," katanya.
Lebih lanjut, Arief menuturkan, rencana sodetan dinilai sangat tidak layak. Sehingga perlu dicari solusi lainnya untuk mengantisipasi banjir di Jabodetabek.
"Jangan sampai solusinya hanya memindahkan banjir dari Jakarta ke Tangerang. Perlu alternatif lainnya dengan kajian bersama-sama," katanya.
Perlu diketahui, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo merencanakan pembuatan sodetan Ciliwung - Cisadane. Sejumlah pejabat pun hadir dalam acara rapat hari ini di pos pemantauan Bendungan Katulampa seperti Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Bupati Bogor, Wakil Wali Kota Depok lalu dari Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane, Wakil Walikota Bekasi dan Dirjen SDA.
Laporan: Nur Avifa/ antv Tangerang
Pemkot Tangerang juga ikut menolak rencana tersebut.
"Rencana Sodetan Ciliwung-Cisadane akan mengancam banjir di Kota Tangerang yang semakin parah," ujar Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, saat inspeksi Pintu Air Sepuluh, Neglasari, Kota Tangerang.
Menurutnya, terdapat empat kecamatan di Kota Tangerang yang dialiri Sungai Cisadane. Jika sodetan Ciliwung ke Cisadane dibuat, wilayah terancam banjir yakni kecamatan Karawaci, Cibodas, Jatiuwung dan Periuk.
Bahkan, tak hanya sejumlah kecamatan di Kota Tangerang yang terkena imbas banjir tetapi juga wilayah di Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan. Saat ini saja, lanjut Arief, kondisi di pintu air sepuluh sudah mencapai ketinggian empat meter karena aliran air dari Batu Belah sangat tinggi.
"Apalagi bila nantinya air dari Ciliwung dialihkan ke Cisadane, semakin menambah debit air dan ancaman banjir," katanya.
Lebih lanjut, Arief menuturkan, rencana sodetan dinilai sangat tidak layak. Sehingga perlu dicari solusi lainnya untuk mengantisipasi banjir di Jabodetabek.
"Jangan sampai solusinya hanya memindahkan banjir dari Jakarta ke Tangerang. Perlu alternatif lainnya dengan kajian bersama-sama," katanya.
Perlu diketahui, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo merencanakan pembuatan sodetan Ciliwung - Cisadane. Sejumlah pejabat pun hadir dalam acara rapat hari ini di pos pemantauan Bendungan Katulampa seperti Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Bupati Bogor, Wakil Wali Kota Depok lalu dari Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane, Wakil Walikota Bekasi dan Dirjen SDA.
Laporan: Nur Avifa/ antv Tangerang
© VIVA.co.id















